Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup. Membaca Al-Qur’an dengan benar dan indah bukan hanya sekadar melafalkan huruf, tetapi juga memahami kaidah-kaidah pelafalan yang disebut dengan tajwid. Tajwid bertujuan untuk menjaga keaslian bacaan Al-Qur’an sebagaimana diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di bangku Sekolah Dasar, khususnya Kelas 4 Semester 2, siswa diperkenalkan pada beberapa hukum tajwid yang krusial untuk meningkatkan kualitas bacaan mereka. Pemahaman yang baik sejak dini akan menanamkan kecintaan dan kehati-hatian dalam bermu’amalah dengan kalam Allah. Artikel ini akan membahas secara mendalam materi hukum tajwid yang umumnya diajarkan di Kelas 4 Semester 2, dilengkapi dengan contoh-contoh praktis dan soal latihan untuk menguji pemahaman.
Materi Pokok Hukum Tajwid Kelas 4 Semester 2
Secara umum, materi hukum tajwid di Kelas 4 Semester 2 berfokus pada kelanjutan dari materi yang telah dipelajari sebelumnya, dengan penekanan pada aplikasi yang lebih luas dan mendalam. Beberapa hukum tajwid yang lazim diajarkan meliputi:
-
Mad Thobi’i (Mad Asli) dan Mad Far’i (Cabang Mad)
- Mad Thobi’i: Merupakan mad yang terjadi apabila ada huruf hijaiyah yang berharakat fathah bertemu alif, dhummah bertemu waw sukun, atau kasrah bertemu ya’ sukun. Panjang bacaannya adalah dua harakat. Contoh: اَلْحَمْدُ (al-ḥamdu), قُوْلُوْا (qūlū), فِيْهِ (fīhi).
- Mad Far’i: Merupakan mad yang terjadi apabila mad thobi’i bertemu dengan hamzah atau sukun. Mad far’i ini memiliki berbagai macam, namun di kelas 4 semester 2, fokus biasanya pada beberapa jenis yang paling sering ditemui dan penting untuk dipahami, yaitu:
- Mad Wajib Muttasil: Mad thobi’i bertemu hamzah dalam satu kalimat (kata). Panjang bacaannya empat atau lima harakat. Contoh: جَآءَ (jā’a), سَوَاۤءٌ (sawā’un), قُرُوْءٌ (qurū’un).
- Mad Jaiz Munfasil: Mad thobi’i bertemu hamzah dalam dua kalimat (kata) yang terpisah. Panjang bacaannya dua, empat, atau lima harakat. Contoh: يَاۤ اَيُّهَا (yā ayyuhā), اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰـكَ (innā a’ṭaynāka).
- Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal: Mad thobi’i bertemu tasydid pada satu kata. Cara membacanya adalah ditahan lebih panjang (enam harakat) dan huruf setelah mad ditasydidkan. Contoh: اَلصَّآخَّةُ (aṣ-ṣākhkhah), اَلضَّآلِّيْنَ (aḍ-ḍālīna).
- Mad Lazim Kilmi Mukhaffaf: Mad thobi’i bertemu sukun pada satu kata. Jenis ini jarang ditemukan dalam Al-Qur’an, contohnya adalah kata "aalam" dalam surat Yunus ayat 59 (أَأَعْلَمُ). Namun, beberapa ulama berpendapat bahwa ini termasuk dalam kategori mad lazim kilmi mutsaqqal karena makna tasydidnya tersirat.
- Mad Lazim Harfi Mutsaqqal: Terjadi pada huruf-huruf hijaiyah di awal surat yang dibaca dengan mad dan tasydid. Contoh: alif lam mim (الم – alif dibaca mad thobi’i, lam dibaca mad lazim harfi mutsaqqal karena ada tasydid pada mim), tha sin mim (طسم – tha dibaca mad thobi’i, sin dibaca mad lazim harfi mutsaqqal karena ada tasydid pada mim).
- Mad Lazim Harfi Mukhaffaf: Terjadi pada huruf-huruf hijaiyah di awal surat yang dibaca dengan mad dan tidak bertasydid. Contoh: alif lam (الم – alif dibaca mad thobi’i, lam dibaca mad lazim harfi mukhaffaf), tha ha (طه – tha dibaca mad thobi’i, ha dibaca mad lazim harfi mukhaffaf).
-
Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah
- Idgham Bighunnah (Idgham Ma’a Al-Ghunnah): Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ي ن م و (Yā, Nūn, Mīm, Wāw), maka nun sukun atau tanwin tersebut dileburkan ke dalam huruf setelahnya dengan disertai dengung (ghunnah) selama dua harakat. Contoh: مِنْ وَرَآئِهِمْ (min warā’ihim), جَنَّةٌ وَاسِعَةٌ (jannatun wāsi’ah), مِمَّا خَلَقَ (mimmā khalaqa).
- Idgham Bilaghunnah (Idgham Bila Al-Ghunnah): Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ل ر (Lām, Rā’), maka nun sukun atau tanwin tersebut dileburkan ke dalam huruf setelahnya tanpa disertai dengung. Contoh: رَبُّهُمْ بِالْغَيْبِ (rabbuhum bil-ghaibi), غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ (ghafūrun raḥīm).
-
Iqlab
- Iqlab terjadi apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ب (Bā’). Cara membacanya adalah nun sukun atau tanwin tersebut diganti dengan bunyi m yang samar, disertai sedikit dengung, dan bibir tidak terlalu rapat saat mengucapkan m. Contoh: مِنْ بَعْدِ (min ba’di), سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ (samī’un baṣīr).
-
Ikhfa’ Haqiqi
- Ikhfa’ Haqiqi terjadi apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa’ yang jumlahnya ada 15 huruf (ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك). Cara membacanya adalah nun sukun atau tanwin tersebut disamarkan (tidak dibaca jelas dan tidak diidghamkan), dengan disertai dengung yang mengalir dari rongga hidung. Panjang dengungnya adalah dua harakat. Contoh: اَنْزَلْنَا (anzalnā), اَنْفُسَهُمْ (anfusahum), صِنْفٌ (ṣinfun).
-
Qalqalah Sugra dan Qalqalah Kubra
- Qalqalah: Memantulkan bunyi huruf hijaiyah yang bertasydid dan berharakat sukun. Huruf-huruf qalqalah ada lima, yaitu ق ط ب ج د.
- Qalqalah Sugra: Qalqalah yang terjadi pada huruf qalqalah yang berada di tengah kalimat (kata). Contoh: يَقْطَعُوْنَ (yaqṭa’ūn), اَبْشِرُوْا (abshirū).
- Qalqalah Kubra: Qalqalah yang terjadi pada huruf qalqalah yang berada di akhir kalimat (kata) dan diwaqafkan (berhenti). Contoh: اَلْحَقُّ (al-ḥaqqu) dibaca al-ḥaqq, اَلْفَلَقُ (al-falaqu) dibaca al-falaq.
Pentingnya Mempelajari Tajwid
Mempelajari hukum tajwid bukan hanya sekadar hafalan teori, tetapi memiliki manfaat yang sangat besar:
- Menjaga Keaslian Al-Qur’an: Tajwid memastikan bahwa bacaan Al-Qur’an tetap otentik dan tidak berubah dari masa ke masa.
- Memperoleh Pahala yang Lebih Besar: Membaca Al-Qur’an dengan tartil (teratur dan sesuai tajwid) dijanjikan pahala yang berlipat ganda.
- Menghindari Kesalahan Fatal (Laḥn Jali): Kesalahan dalam tajwid dapat mengubah makna sebuah ayat, bahkan bisa menjadi kekufuran jika kesalahannya sangat fatal.
- Meningkatkan Kekhusyukan: Bacaan yang indah dan benar akan membantu pendengar maupun pembaca untuk lebih meresapi makna dan lebih khusyuk dalam beribadah.
- Menjadi Teladan: Siswa yang menguasai tajwid dapat menjadi teladan bagi teman-temannya dan generasi yang lebih muda dalam membaca Al-Qur’an.
Contoh Penerapan Hukum Tajwid dalam Ayat Al-Qur’an
Mari kita lihat beberapa contoh penerapan hukum tajwid dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang sering dibaca:
Contoh 1: Surat Al-Fatihah Ayat 1-3
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (1) ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ (2) ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ (3)
- بِسْمِ ٱللَّهِ: Di sini terdapat tasydid pada lafadz Allah. Dibaca dengan penekanan pada huruf lam tasydid.
- ٱلرَّحْمَـٰنِ:
- Huruf ha berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Huruf nun berharakat kasrah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Nun sukun pada akhir kata bertemu dengan ra’ tasydid pada kata "Ar-Rahim" dalam bacaan bersambung di ayat 3. Jika berhenti di "Ar-Rahman", maka nun sukunnya tidak bertemu apa-apa.
- ٱلرَّحِيمِ:
- Huruf ya’ berharakat kasrah diikuti ya’ sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Huruf ya’ berharakat kasrah diikuti ya’ sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Jika waqaf (berhenti) pada kata Ar-Rahim, maka terdapat Mad ‘Aridh Lissukun. Dibaca dua, empat, atau enam harakat. Dalam konteks ayat 3, jika dibaca bersambung dengan ayat 4, maka ia menjadi Mad Thobi’i.
- ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ:
- Pada lafadz Alhamdu, huruf lam sukun bukan huruf qalqalah. Dibaca jelas.
- Pada lafadz lillahi, terdapat tasydid pada lam. Dibaca dengan penekanan.
- رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ:
- Huruf ‘ain berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Huruf ya’ berharakat kasrah diikuti ya’ sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Jika waqaf pada kata ‘Alamin, maka terdapat Mad ‘Aridh Lissukun. Dibaca dua, empat, atau enam harakat.
Contoh 2: Surat Al-Baqarah Ayat 2
ذَٰلِكَ ٱلْكِتَـٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
- ذَٰلِكَ:
- Huruf dzal berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Huruf kaf berharakat kasrah diikuti ya’ sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- ٱلْكِتَـٰبُ:
- Huruf ta’ berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- لَا رَيْبَ:
- Huruf lam berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- فِيهِ:
- Huruf fa’ berharakat kasrah diikuti ya’ sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Jika waqaf pada kata fīhi, maka terdapat Mad ‘Aridh Lissukun. Dibaca dua, empat, atau enam harakat.
- هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ:
- Pada kata hudan, terdapat tanwin dhummah. Jika dibaca bersambung dengan li, maka tanwin dhummah tersebut berubah menjadi Iqlab menjadi bunyi m samar karena bertemu dengan huruf lam. Namun, dalam konteks ini, ia adalah Idgham Bilaghunnah karena tanwin bertemu lam dan dilebur tanpa dengung. Jadi dibaca "hudallil".
- Pada kata lilmuttaqīn, terdapat tasydid pada huruf lam. Dibaca dengan penekanan.
- Jika waqaf pada kata lilmuttaqīn, maka terdapat Mad ‘Aridh Lissukun. Dibaca dua, empat, atau enam harakat.
Contoh 3: Surat Al-Qari’ah Ayat 1-5
اَلْقَارِعَةُ (1) مَا الْقَارِعَةُ (2) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ (3) يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ (4) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ (5)
- اَلْقَارِعَةُ:
- Huruf qaf berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Huruf ra’ berharakat kasrah diikuti ya’ sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Jika waqaf pada kata al-Qari’ah, maka terdapat Mad ‘Aridh Lissukun.
- مَا الْقَارِعَةُ:
- Huruf mim berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Sama seperti ayat 1, terdapat Mad Thobi’i pada Qari’ah.
- وَمَا أَدْرَاكَ:
- Huruf mim berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Huruf dzal berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Huruf ra’ berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ:
- Pada kata yaum, terdapat Mad Layyin. Dibaca dua harakat.
- Pada kata yakūnu, huruf kaf berharakat dhummah diikuti waw sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Pada kata an-nāsu, huruf nun berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ:
- Pada kata kal-farāshi, huruf fa’ berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Pada kata al-mabthūthi, huruf tsa’ berharakat dhummah diikuti waw sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Jika waqaf pada kata al-mabthūthi, maka terdapat Mad ‘Aridh Lissukun.
- وَتَكُونُ الْجِبَالُ:
- Pada kata takūnu, huruf kaf berharakat dhummah diikuti waw sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Pada kata al-jibālu, huruf ba’ berharakat fathah diikuti alif adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ:
- Pada kata al-‘ihni, huruf ha’ berharakat kasrah diikuti ya’ sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Pada kata al-manfūshi, huruf fa’ berharakat dhummah diikuti waw sukun adalah Mad Thobi’i. Dibaca dua harakat.
- Jika waqaf pada kata al-manfūshi, maka terdapat Mad ‘Aridh Lissukun.
Contoh Soal Latihan Hukum Tajwid Kelas 4 Semester 2
Berikut adalah beberapa contoh soal yang dapat digunakan untuk menguji pemahaman siswa:
Soal Pilihan Ganda
-
Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ب, maka hukum bacaannya adalah:
a. Idgham Bighunnah
b. Ikhfa’ Haqiqi
c. Iqlab
d. Idgham Bilaghunnah -
Hukum bacaan pada kata جَآءَ (jā’a) adalah:
a. Mad Thobi’i
b. Mad Wajib Muttasil
c. Mad Jaiz Munfasil
d. Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal -
Huruf-huruf yang termasuk dalam Idgham Bighunnah adalah:
a. ل ر
b. ي ن م و
c. ب ت ث
d. ق ط ب -
Huruf-huruf qalqalah ada lima, yaitu:
a. ف س ز ش
b. ق ط ب ج د
c. م ن و ي
d. ا و ي -
Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ل atau ر, maka hukum bacaannya adalah:
a. Iqlab
b. Ikhfa’ Haqiqi
c. Idgham Bilaghunnah
d. Idgham Bighunnah
Soal Isian Singkat
- Mad yang terjadi apabila ada huruf mad thobi’i bertemu hamzah dalam satu kalimat disebut Mad __.
- Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك, maka hukum bacaannya adalah __.
- Qalqalah yang terjadi pada huruf qalqalah yang berada di akhir kalimat (kata) dan diwaqafkan disebut Qalqalah __.
- Contoh bacaan Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal adalah __.
- Contoh bacaan Iqlab adalah __.
Soal Uraian Singkat
- Jelaskan perbedaan antara Mad Wajib Muttasil dan Mad Jaiz Munfasil! Berikan contoh masing-masing!
- Sebutkan dan jelaskan secara singkat hukum bacaan Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah!
- Bacalah kalimat berikut dengan memperhatikan hukum tajwid yang ada: "وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ" (Surat Az-Zalzalah ayat 7-8). Identifikasi minimal tiga hukum tajwid yang Anda temukan!
Kunci Jawaban (Contoh)
- c. Iqlab
- b. Mad Wajib Muttasil (karena mad thobi’i bertemu hamzah dalam satu kata)
- b. ي ن م و
- b. ق ط ب ج د
- c. Idgham Bilaghunnah
- Wajib Muttasil
- Ikhfa’ Haqiqi
- Kubra
- اَلصَّآخَّةُ / اَلضَّآلِّيْنَ
- مِنْ بَعْدِ / سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ
- (Jawaban bervariasi, intinya perbedaan letak hamzah)
- (Jawaban bervariasi, intinya perbedaan huruf dan ada/tidaknya ghunnah)
- (Jawaban bervariasi, contoh identifikasi: "وَمَنْ يَعْمَلْ" – Ikhfa’ Haqiqi pada "من", "مِثْقَالَ" – Mad Thobi’i, "ذَرَّةٍ خَيْرًا" – Tanwin bertemu kha’, Ikhfa’ Haqiqi, "يَرَهُ" – Mad Thobi’i).
Penutup
Mempelajari hukum tajwid adalah sebuah proses berkelanjutan. Di Kelas 4 Semester 2, siswa diajak untuk lebih mendalami dan mempraktikkan hukum-hukum yang telah diajarkan. Dengan pemahaman yang kuat dan latihan yang rutin, diharapkan bacaan Al-Qur’an siswa menjadi lebih baik, lebih indah, dan lebih bermakna. Mari kita terus semangat dalam belajar dan mengamalkan Al-Qur’an, karena di dalamnya terdapat petunjuk dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
